Tuesday, January 24, 2017

Ini Bahaya Sub4sub, yang Belum Kamu Tahu!

Hai, para Youtuber! Masih semangat upload video? Tentu dong! Seorang Youtuber sejati pasti tetap semangat ya...Hmm, Oia, untuk postingan kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman aja buat teman-teman. Sebenarnya saya bukanlah Youtuber senior yang sudah punya penghasilan bejibun kayak para master Youtube. Namun saya ingin sedikit berbagi tentang maraknya para Youtuber yang saling sub4sub atau bahasa sederhana saling klik subscribe atau berlangganan.

Menurut pengamatan dan pengalaman saya pribadi nih ya...Maaf aja kalau mungkin artikel ini sedikit menyinggung perasaan atau agak nyentil dikit di hati teman-teman selaku Youtuber yang masih menerapkan sub4sub.
Bahaya Sub4sub
sumber:deviantart.com
 Ada beberapa kelemahan dari sub4sub yang sering dilakukan oleh para Youtuber. Kegiatan sub4sub ini biasanya sering dilakukan oleh para Youtuber yang baru terjun di dunia peryoutuban. Atau bisa disebut sebagai newbie di Youtube, maaf ya kalau saya bilang newbie, sebenarnya saya juga masih newbie di bidang Youtube meskipun udah lumayan lama terjun di Youtube tapi pengetahuan dan kemampuan saya membuat video masih tergolong newbie, dan mungkin teman yang baru bergelut di Youtube sudah banyak yang mahir di bidang editing video, karena sudah memiliki basic atau dasarnya udah memang hobi bikin video.

Ok, saya langsung aja ke pokok pembahasan tentang bahaya sub4sub, atau saling subscribe.
 Artikel ini menurut sudut pandang saya pribadi ya....

Bahaya Sub4sub untuk Channel Kamu

1. Kreatifitas kamu akan terhambat, jika sering sub for sub

Beneran gak nih sob, bisa menghambat kreatifitas? Logika sederhananya sih gini, saat kamu sibuk sub4sub justru daya kreatifitas kamu akan menurun, karena yang kalian pikirkan bagaimana cara menambah subscriber atau jumlah pelanggan dengan cara yang tidak benar. Bukannya sibuk meningkatkan skill dalam membuat video atau konten yang berkualitas untuk pelanggan setia atau subscriber kamu. Kalau minta sub4sub hanya sekali dua saya rasa ini masih dalam batas yang wajar. Tapi, yang jadi permasalahannya bagaimana jika hal tersebut kamu lakukan setiap hari? Bukannya kamu sibuk membuat konten betkualitas malah sibuk sub4sub yang bikin channel kamu jadi 'pengemis' subsrciber.

Maaf, jika saya menggunakan kata 'pengemis' mungkin kata ini terlalu ekstrim. Tapi ada benarnya juga ya, jangan jadi Youtuber yang bermental pengemis, terlalu mengemis subscriber bikin reputasi kamu rendah banget dimata penonton. Ingat! Kamu harus bisa bedakan mengemis subscriber sama mengajak penonton untuk berlangganan atau subscribe.

Lebih baik fokus untuk membangun channel yang berkualitas yang berisi konten yang bermanfaat untuk pengguna Youtube. Percayalah jika konten video kamu menarik, bermanfaat untuk penonton anda tak perlu minta subscribe, hati mereka bakal bergerak dengan sendirinya saat kamu menyuguhkan konten yang 'mematikan' alias konten yang mampu menarik perhatian penonton.

Saya masih ingat salah satu pesan dari Agung Hapsah salah satu Youtuber sukses dan usianya masih muda banget, masih anak SMA. Jika kamu belum tahu, kamu bisa cek di Youtube nama channelnya "Agung Hapsah". Salah satu pesan yang saya ingat saat menonton salah satu videonya adalah,
"Jangan kamu maksa aku untuk subscribe channel kamu, kamu kira aku begok? Jika video kamu menarik aku bakal subscribe tanpa harus disuruh'.
Kurang lebih seperti itulah kutipan kalimat yang dikeluarkan oleh Agung Hapsah. Benar juga apa yang dikatakan oleh Agung. Jadi, konten video yang menarik adalah salah satu daya tarik yang sangat natural untuk mengajak pengunjung untuk menekan tombol subscribe. Jadi, mulai sekarang jangan terlalu minta subscribe, fokus untuk memperbaiki konten kamu.


2. Bikin mental kamu jadi Youtuber lemah banget

Mental kayak gimana sih maksudnya, bro? Ketika kamu sibuk sub4sub, membuat mental kamu lemah banget dalam meraih tantangan untuk mendapatkan view dan subscriber dengan cara natural. Justru mendapatkan view dan subscribe secara natural adalah salah satu tantangan yang harus kamu hadapi dengan cara yang benar.

Jika yang kamu lakukan hanya sub4sub, itu artinya kamu tidak siap terhadap tantangan tersebut. Ingat ya, jika ingin sukses di bidang apapun kamu harus mampu melewati sebuah tantangan yang tidak biasa atau kamu harus tampil luar biasa dari para pesaingmu agar mendapatkan kesuksesan di Youtube.

Jika ingin sukses, kamu harus punya mental 'Youtuber Sejati' yang bermental besi, yang tahan terhadap segala cobaan. Buatlah konten dengan hati sesuai hobi agar kamu tidak merasa terbebani saat kamu capek-capek membuat konten namun tidak kunjung membuahkan hasil. Namun, jika itu menjadi hobi, maka anda tidak akan pernah mempermasalahkannya meskipun konten yang kamu buat tidak mendatangkan hasil yang sesuai harapan, intinya lakukan dengan hati nurani sesuai hobi.

3. Kalian jadi tidak fokus untuk belajar membuat konten yang berkualitas

Bayak para master yang sudah mengatakan bahwa content is king! Yups, bener banget. Konten adalah rajanya, jika kamu ingin sukses di Youtube atau di bidang apapun yang kamu tekuni. Kerja keras adalah salah satu kunci sukses yang utama. Begitu juga saat kamu terjun di dunia Youtube kamu harus bekerja keras untuk bisa membuat konten yang berkualitas. Konten berkualitas=hasil. Jadi, kamu jangan nyari hasil dulu sebelum kamu punya konten berkualitas yang bermanfaat untuk orang lain.


Coba kalian pikirkan sejenak, mana yang kamu pilih mendapatkan subscriber bejibun (banyak) tapi dari hasil sub4sub atau mendapatkan subscriber hasil natural dari pelanggan yang benar-benar suka sama konten video kamu? Misalnya, kamu mendapatkan ribuan subscriber dari hasil sub4sub dan yang satunya mendapatkan ratusan subscriber dari hasil natural?


Mari kita berpikir secara akal sehat dan sangat sederhana. Jika kamu mendapatkan subscriber dengan cara yang tidak benar atau sub4sub, tentu subscriber tersebut belum tentu suka sama video kamu. Jadi, tidak semua subscriber kamu yang ribuan itu tidak bakal mau menonton video kamu jika mereka tidak tertarik tentang niche di channel kamu, atau mungkin mereka terpaksa subscribe di channel kamu karena faktor paksaan atau ajakan saling sub.


Jadi, stop lagi main sub4sub. Tahu gak? Bagaimana para Youtuber sukses mencari subscriber? Mereka tidak pernah ngajak sub4sub kayak gitu. Dan bahkan para senior di Youtube sangat 'membenci' kegiatan sub4sub, karena sub4sub sangat tidak disukai oleh pihak Youtube sendiri, karena Youtube itu mencari penonton yang bnera-benar real subscriber agar mereka bisa memasarkan produk pengiklan yang tepat sasaran sesuai permintaan dari advertiser mereka, ini demi kesuksesan jangka panjang dari perusahaan Youtube sendiri dalam memasarkan produk dari pengiklan agar sama-sama menguntungkan baik dari pihak Youtube maupun pengiklan, sehingga berdampak pada penghasilan Youtuber sebagai konten kreator.

4. Sub4sub menunjukkan bahwa kamu seorang Youtuber yang 'tidak berkelas'

Maaf, kalau saya pakai kata 'tidak berkelas'. Karena kegiatan sub4sub menunjukkan level kamu sebagai Youtuber sejati masih rendah banget dimata Youtuber lain. Jika kamu ingin naik level atau bisa mendapatkan hasil dari Youtube butuh usaha dan kerja keras dan jangan pernah mengharapkan cara-cara instant yang tidak relevan dengan konsep berbisnis di Youtube.

Tinggalkan sub4sub sekarang jika kamu ingin naik kelas sebagai Youtuber sukses. Pikirkan bagaimana belajar membuat video dengan kualitas yang baik, kalau tidak mampu membuat yang kualitas profesional karena low budget kamu bisa belajar membuat video yang semi profesional agar tetap menarik untuk ditonton.

Untuk membuat konten yang baik dan menraik tidak harus menggunakan peralatan canggih yang modern seperti kamera DSLR, drone, dan perlengkapan membuat video lainnya. Jadi yang kamu butuhkan adalah kreatifitas. Ingat! Kamu hanya butuh kreatifitas saja tidak mesti ahli membuat video tapi jika kamu kreatif konten sederhana pun bisa jadi istimewa dan menarik untuk ditonton.

Nah, mungkin itu saja pendpaat saya tentang sub4sub, apakah kamu setuju dengan pemaparan saya di atas? Yuk, berikan pendapatmu pada di kolom komentar, mari kita berdiskusi.
Load disqus comments

0 comments